Seribu Menhir di Maek potensial jadi kawasan wisata khusus
Seribu menhir yang ada di Maek, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) dinilai sangat potensial dijadikan kawasan wisata khusus, karena memiliki nilai sejarah sebagai warisan budaya.

Elshinta.com - Seribu menhir yang ada di Maek, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) dinilai sangat potensial dijadikan kawasan wisata khusus, karena memiliki nilai sejarah sebagai warisan budaya.
Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi mengatakan, menhir yang ada di Maek menyimpan tengkorak yang berusia sudah cukup lama. Berdasar penelitian, tengkorak tersebut berusia 4.000 tahun sebelum Masehi.
"Artinya saat itu sudah terdapat kehidupan atau peradaban di Maek," sebut Supardi, Rabu (10/7/2024).
Upaya menjadikan Maek sebagai kawasan destinasi wisata khusus, sudah mulai dilakukan Ketua DPRD Sumatera Barat Supardi sejak 2010. Tahun pertama dibangun sarana pendukung, seperti memperbaiki Menhir, pagar, musala dan jalan.
Langkah awal dilakukan dengan harapan, mempermudah pakar arkeologi berkunjung ke lokasi untuk melakukan kajian dan penelitian.
"Upaya tersebut, berlanjut sampai sekarang, dimana situs yang ada saat ini sedang dalam penelitian di pusat laboratorium penelitian di Australia," ujar Supardi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthofa, Kamis (11/7).
Menurut Supardi, apabila pusat laboratorium yang ada di Australia sampai pada suatu petunjuk bisa mengungkap DNA tengkorak, maka akan diketahui usia peradaban yang ada di Maek dan asal usul nenek moyang manusia.
"Apabila sudah terungkap, dengan sendirinya, kawasan tersebut menjadi kawasan destinasi wisata khusus. Kualitas pengunjung yang datang meningkat yang rata rata pengunjung yang datang untuk melakukan kajian dan penelitian," katanya.
Lebih lanjut Supardi menjelaskan, pengunjung yang diharapkan datang ke kawasan Maek lebih kepada kualitas daripada kuantitas, untuk menjaga warisan budaya dan sejarah yang ada tetap terpelihara dengan baik.
"Apabila pengunjung yang datang banyak, dikhawatirkan akan dapat merusak struktur, situs maupun menhir yang ada di kawasan Maek," tandasnya.